Selasa, 05 Februari 2013

5 Permainan Motorik Halus


Sumber: http://keluargakecilbahagia.wordpress.com/2009/12/03/5-permainan-motorik-halus/

Tak hanya motorik kasar, motorik halus pun perlu distimulasi. Supaya menyenangkan, lakukan sambil bermain.

Mengisi, Menuang, dan Mencetak

Bermain pasir bisa digunakan untuk menstimulasi motorik halus anak. Lakukan di pantai atau sediakan pasir bersih di sepetak bidang di halaman rumah. Jangan takut kotor, kenakan saja pakaian rumah yang tidak sayang untuk dikotori.

Manfaat: Melatih kekuatan/keluwesan pergelangan tangan serta presisi. Alat yang dibutuhkan: Pasir bersih, sekop, ember, corong, aneka wadah.

Cara bermain:

* Biarkan anak mengisi embernya dengan pasir sampai penuh kemudian menuangnya dengan cara membalikkan ember. Lakukan sambil berseru, “Isi, isi embernya…lalu tuang…”

* Dengan pasir yang tersedia biarkan anak mencetak bentuk atau membentuk sendiri imajinasinya. Apakah itu gunung, benteng, dan sebagainya.

* Sambil mencetak, orangtua bisa menjelaskan pada anak nama-nama bentuk yang sedang dicetak, misalnya kura-kura, kotak, bunga dan sebagainya. Latihan ini sekaligus untuk menambah perbendaharaan katanya.

Yang harus diperhatikan:

* Pastikan kebersihan pasir. Serangga kecil, kotoran binatang atau benda-benda tajam seperti pecahan kaca bisa membahayakan anak.

* Ingatkan anak untuk tidak mengelap tangannya yang penuh pasir ke mulut, hidung atau mata. Karena dikhawatirkan pasir akan masuk ke bagian-bagian tersebut.

* Setelah selesai bermain, cuci tangan hingga bersih dengan sabun, atau lebih baik lagi kalau langsung mandi sehingga badan lebih segar.

* Selama tak digunakan, pasir di rumah harus ditutup agar tidak menjadi tempat kucing, anjing, atau ayam membuang kotoran.

Memakai dan Melepas Pakaian

Tanpa belajar pun sepertinya semua orang pada akhirnya bisa memakai/melepas pakaiannya sendiri. Meski demikian bukan berarti orangtua tak perlu melatih keterampilan ini. Selain mengasah motorik halus, memakai/melepas pakaian sendiri merupakan salah satu bentuk kemandirian anak.

Manfaat: Melatih kemampuan jari-jemari, koordinasi mata dan tangan. Alat yang dibutuhkan: Baju berkancing besar, rok/celana karet, sepatu berperekat velcro, boneka dan pakaian perlengkapannya.

Cara bermain:

* Setelah mandi, biarkan anak mencoba memakai pakaiannya sendiri. Mulai dengan yang paling mudah seperti menaikkan/menurunkan celana/rok dengan ban karet.

* Setelah itu biarkan ia mencoba mengancingkan sendiri pakaiannya. Mulai dengan kancing yang besar-besar kemudian makin kecil.

* Bila kemampuan memakai pakaian sendiri sudah dikuasai, lanjutkan dengan memakai sepatu sendiri. Mulai dengan sepatu berperekat velcro.

* Latihan ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan boneka besar yang pakaian/perlengkapannya bisa dilepas-pasang. Biarkan anak coba memakai dan melepaskannya. Untuk mudahnya berikan contoh terlebih dahulu bagaimana melakukannya.

Yang harus diperhatikan:

* Sebagai latihan awal berikan pakaian yang mudah dipakai/dilepas, seperti kaos longgar, celana/rok dengan ban karet.

* Di usia ini memakai/melepas pakaian sendiri termasuk belajar tahap awal. Jadi jangan terlalu memaksa anak, kalaupun belum bisa, biarkan ia terus mencoba.

Menyusun dan Menyortir

Kegiatan menyusun dan menyortir selain melatih kemampuan motorik halus anak juga mengasah kepekaan dan fokus perhatian pada satu hal.

Manfaat: Mengembangkan imajinasi, melatih kecerdasan logis-matematis, melatih presisi, melatih kemampuan mengelompokkan. Alat yang dibutuhkan: Balok kayu warna-warni dan bermacam bentuk.

Cara bermain:

* Minta anak menyusun balok berbentuk kubus ke atas, dari dari dua susun, lalu tiga susun dan seterusnya.

* Selanjutnya minta anak memasangkan balok berbentuk segitiga atau setengah lingkaran di bagian paling atas. Kalau masih berantakan dan balok yang disusun jatuh lagi, tetap semangati supaya mau terus mencoba.

* Setelah kemampuannya makin bertambah, biarkan anak berimajinasi membangun gedung, rumah, jembatan dan sebagainya.

* Minta anak menyortir/memisahkan balok berdasarkan bentuknya, misalnya kubus dengan kubus, segitiga dengan segitiga, dan seterusnya.

* Minta anak memisahkan/menyortir balok berdasarkan kelompok warna.

* Kegiatan menyortir juga bisa dilakukan dengan memberikan berbagai macam benda, seperti kancing baju, sendok, kayu, tutup gelas dan sebagainya. Ajari anak untuk mengelompokkannya/menyortir berdasar kriteria tertentu.

Yang harus diperhatikan:

Di usia ini kemampuan berjalan anak belum sempurna, untuk itu orangtua/pengasuh harus terus memantaunya. Jangan sampai anak menginjak/terpeleset salah satu balok yang sedang digunakan untuk bermain hingga jatuh.

Meronce

Meronce merupakan salah satu stimulasi untuk mengasah kemampuan motorik halus anak.

Manfaat: Melatih kemampuan jari-jemari. Latihan ini sekaligus bermanfaat sebagai dasar kemampuan memegang pensil. Alat yang dibutuhkan: Mainan ronce, tali sepatu/tali yang agak besar, roll bekas tisu.

Cara bermain:

* Kalau di rumah tersedia mainan ronce, ajari anak bagaimana cara memainkannya.

* Kalau tidak ada mainan ronce, gunakan tali sepatu/tali yang agak besar lalu masukkan ke dalam rol bekas gulungan tisu yang sudah dipotong-potong menggunakan cutter. Ronce sampai beberapa rol tersambung. Ikat kedua ujung tali, kalungkan di leher anak.

Yang harus diperhatikan:

* Supaya menarik, gambari/cat warna-warni rol bekas tisu.

* Setelah berhasil meronce rol bekas tisu yang besar, lanjutkan dengan meronce benda-benda yang lebih kecil.

Memulung dan Menjumput

Anak pasti senang, saat orangtuanya memasak kue, ia ikut membantu menaburkan meises, kacang atau hiasan lainnya.

Manfaat: Melatih kemampuan/kekuatan mengambil sesuatu hanya dengan dua jari. Alat yang dibutuhkan: Adonan kue, kismis, meises, kacang atau hiasan lainnya.

Cara bermain:

* Berikan sedikit sisa adonan kue untuk anak. Biarkan ia memulungnya dengan dua tangan.

* Setelah adonan dipulung, ajarkan menjumput kismis, meises, gula halus atau hiasan lainnya dan menaburkannya ke atas adonan.

* Kalau hiasan kue agak besar, seperti potongan kacang almond/mede, anak sekaligus bisa diajarkan berhitung dengan meletakkan masing-masing dua buah kacang pada tiap adonan.

* Setelah selesai, panggang kue hasil kreasinya dan biarkan anak menikmati.

Yang harus diperhatikan:

* Supaya mudah membersihkannya, alasi dengan plastik arena yang digunakan anak untuk memulung dan menghias kue.

* Kenakan celemek yang agak besar supaya bajunya tidak kotor.

* Pastikan bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi anak-anak.


Rabu, 09 Januari 2013

bisa kok...


Beberapa hari terakhir ini Rajwa suka pakai celana sendiri. Kalau saya mau gantiin celananya, Rajwa cepat2 ambil celana yang saya pegang lalu duduk dan pakai celana. "Rajwa aja bun....Bisa kok...y...."  Katanya sambil pakai celana. kalo celananya agak longgar rajwa gampang pakainya "tu bun bisa" serunya. walaupun masih berlipat lipat dipinggang. hehehe lucu. tapi kalo karet celananya agak keras rajwa masih agak kesulitan narik sampai kepinggang. terutama bagian belakang.

Let her explore her self... cheer rajwa

Berani


Rajwa mau susu. Yah pas susu sudah habis, lupa beli waktu rasyid pulang sekolah tadi.

Rajwa pakai nangis lagi hikshiks.

"ya sudah bunda beli dulu, rajwa tunggu disini sama abang ya".

lah rajwa malah makin kenceng nangisnya

"na mau...itut..mau tutu di elas" rengek rajwa....

"ya udah abang aja yang beli bun" kata rasyid tiba tiba.

"susunya berapa bun?" kata rasyid lagi. Kaget juga aku dengarnya.

"beneran rasyid bisa? tahu tempatnya?" Rasyid mengangguk.

"Jalannya dipinggir y bang" kata ku. setelah ku berikan uang rasyid melesat keluar. aku pun langsung pakai cepat pakai bergo dan berlari keluar sambil menggendong Rajwa. Walau bagaimanapun aku harus lihat Rasyid jadi aku mau buntuti dia. Tapi kok Rasyid ga ada. Cepat sekali jalannya. Rasanya tadi aku sudah secepatnya bersiap.
Akhirnya ketemu ditengah jalan, rasyid sudah menuju arah pulang. Rasyid berlari lari dengan muka serius.. hihi lucu campur terharu melihatnya.


Posted via Blogaway

At night without ayah


Beberapa kali minggu terakhir ayah sering dinas luar. Awalnya rasyid biasa saja. Skolah makan main tidur. Lalu kali berikutnya rasyid mungkin mulai terasa, mulai tanya ayah kapan pulang, mulai memperhatikan hari, mulai memperhatikan jam. Dan rasyid mulai ga tidur bareng bunda....deg...knapa y...yah gapapa lagi belajar tidur pisah kali...tapi ga sendiri sama kakek neneknya hehheehee gapapa...

Kemudian ayah pulang "yes" kata rasyid. Malamnya rasyid tidur bareng ayah bunda n rajwa.

Kali berikutnya ayah dinas luar. "Bun, ayah kok belum pulang?"

"oh ayah hari ini ga pulang bang, pulangnya minggu depan" kata ku

"aaaa ga bole." kt rasyid terus menghampiri neneknya "nek abang tidur sama nenek"

Siangnya saya tanya "rasyid nanti malam tidur dimana, sama bunda y"

rasyid balik tanya"ayah pulang?". belum kataku. Rasyid balas lagi "rasyid tidur sm nenek"

saya tanya lagi "rasyid knapa ga mau tidur sama bunda?"

"Ga papa tapi abang maunya ada 2 orang tuanya. Ada ayah ada bunda juga. gitu"

Oo begitu.....hihihi ternyata. ada ada saja tapi tharu juga.

Kamis, 06 Desember 2012

in class


Kemarin rasyid minta mainan kartu. katanya seperti punya hakim temannya.

satu kotak kartu isinya banyak. kata rasyid "banyak bun, nanti buat rajwa 1 abang 1 trus udah di simpan (sisanya)"

(wehehehe dia ingat adiknya)

dirumah rasyid asyik dengan kartunya.

pagi tadi sebelum brngkt skolah rasyid mengambil 2 lembr kartu. "rasyid kartunya simpan dirumah aja nanti main dirumah."

"ngga ini untuk arsy (temannya disekolah)" jawab rasyid.

hari ini rasyid ga telat hehehe prok prok prok. trus rasyid celingak celinguk, "arsy mana bun?"

"oh belum datang masih dijalan syid"

sebegitunya rasyid nunggu temannya, sampai di tunggu di pagar sekolah hihihi...

waktu baris arsy blm datang sampai masuk kelas belum datang juga. rasyid nanya terus sambil pasang muka bingung. "arsy telat mungkin bang, tunggu di kelas aja, nanti klo arsy datang abang salamin ya. kaya waktu abang telat di salam trus dpeluk sama hakim n arsy y"

rasyid diam saja sambil buka sepatu trus masuk kelas.

kira kira 10 menit kemudian arsy datang. saya ga perhatikan waktu arsy masuk kelas. sesekali saya suka intip rasyid dari jendela. nah waktu ngintip liat ada anak di pangku sama miss (guru) yuli. mukanya ga kliatan karena kepalanya nunduk dibahu missnya. saya cari2 rasyid kok ga ada. pas anak yg dipangku itu angkat kepala baru deh kliatan, lho itu kan rasyid...kok nangis sampai di pangku. deg..deg...deg knapa nih. saya perhatiin dulu kok lama. duh masuk apa ga ya biar sama missnya... ah sdh masuk saja.. akhirnya saya masuk dan tanya knapa miss?

sedih n kesel dengernya. ternyata waktu arsy datang rasyid langsung nyamperin tapi arsy malah "main tangan" kena kpala rasyid. kesel banget sudah dtungguin malah mukul. bilang rasyid cengeng lagi. saya bilang sama arsynya arsyi ga bole begitu dengan suara agak keras tertahan.

bingung juga ngadepin arsy. suka main silat n parahnya beneran mukul. bingungnya lagi rasyid suka main sama arsy.

dulu kalo duduk rasyid di sebelah arsy. terus hari2 kemudian saya liat missnya kadang suka misahin mereka bdua. Karena arsy ktemu rasyid jadi bercanda.

Walaupun beberapa kali di bilang supaya rasyid teriak bilang stop ato jangan kalo arsy atau yg lain mulai pukul2n tetep aja rasyid diam. Pernah sih rasyid bilang stop, tp suaranya pelan.

Oya setelah peristiwa itu rasyid ga lama sudah kembali seperti biasa. Lalu.....dia keluarin kartu yg dibawa trus di kasi ke arsy tanpa sepatah kata..... Ck ck ck nih anak teuteup ajah y....

Missnya langsung bilang kartunya simpan dulu y....

Be brave n strong ya rasyid..